Menanti Kata 'Sedih dan Tersayat' dari Mahfud MD untuk Masa PDIP yang Pukul Staf Radar Bogor



Sekitar seratus orang kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) geruduk kantor media Radar Bogor di Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu (30/5/2018). Massa marah dan memukul staf kantor yang bertugas.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka berang karena pemberitaan yang diterbitkan Radar Bogor pada pagi harinya dengan judul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta”.

Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja mengatakan kader PDIP tiba di kantor tanpa memberi tahu sebelumnya. Mereka beramai-ramai mengendarai sepeda motor dan membawa pengeras suara.

“Mereka datang dengan marah-marah, membentak, mengejar staf kami yang ada di depan, dan merusak dengan sengaja properti kami,” kata Tegar.

elain membentak dan memaki, massa juga sempat melakukan dorong-dorongan terhadap Tegar dan sejumlah karyawan. Bahkan seorang staf Radar Bogor dipukul oleh pihak PDIP saat keributan itu pecah.

“Secara fisik, satu orang staf kami ada yang dipukul tapi ditangkis. Itu terjadi di belakang Aula Radar Bogor di lantai satu. Saya juga didorong-dorong,” ujar Tegar.

Tegar menyayangkan peristiwa kekerasan dan perusakan oleh kader dan simpatisan PDIP di kantor Radar Bogor. Menurutnya hal itu justru menunjukkan sikap partai yang buruk. Dia berharap peristiwa ini tidak terulang dan tak terjadi di manapun.


Menanti Tanggapan Mahfud MD

Saat peristiwa bentrokan massa #2019GantiPresiden dengan massa #DiaSibukKerja, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD angkat bicara soal dugaan persekusi kepada seorang Ibu-ibu yang mengenakan kaus bertagar #DiaSibukKerja yang pernah viral di jagat maya Indonesia

Dalam kasus dugaan persekusi tersebut, menurut Mahfud, memilih presiden adalah hak pribadi namun tetap ada mekanisme konstitusionalnya.



“Mau ganti Presiden itu hak, mau mempertahankan Presiden itu hak. Silahkan saja, itu ada mekanisme konstitusionalnya.


“Tapi hati saya sangat tersayat dan menangis jika ada ibu yg hanya berduaan dengan anaknya dipersekusi ramai-ramai, Mudah-mudahan video yang menyayat hati itu hanya hoax karena montase.”

Sebagai Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD sangat dinanti tanggapannya terkait tindakan kekerasan Massa PDIP yang ramai-ramai menggeruduk kantor Radar Bogor.

Bahkan massa PDIP diduga melakukan tindakan persekusi dengan memukul staf Kantor Radar Bogor pada Rabu 30/5/2018.

Mungkinkah Mahfud MD merasa tersayat hatinya dan sedih melihat kasus dugaan persekusi di Kantor Radar Bogor? Mengingat ia adalah Anggota Dewan Pengarah BPIP yang diketuai oleh Megawati selaku ketua umum PDIP, partai Politik yang massa nya menggeruduk dan diduga melakukan persekusi. [Kaffah.Net]


loading...