Terimakasih Garut!


Aksi Bela Islam Garut

Oleh : Rosyidi Aziz

Mujahid 212 - Kekhawatiran akan terjadi "pertumpahan darah" saat Aksi Bela Islam 11-11 Garut alhamdulillah tidak terjadi. Bersatunya seluruh organisasi keislaman se-Garut benar benar membuat gerombolan anti toleran dan anti bhinneka tidak berkutik. Sayap pemuda dan kelaskaran masing-masing ormas sudah cukup membuat ciut nyali ormas tukang bikin onar. Muhammadiyah mengerahkan Kokamnya, Front Pembela Islam dengan LPI-nya, dan beberapa laskar serta sayap kepemudaan ormas lainnya sudah cukup membungkam gerombolan pembubar pengajian tiarap. Jadilah panggung tabligh akbar di Garut Bumi Islam 100% menjadi kemenangan ummat Islam.

Satu persatu tokoh-tokoh ummat menyampaikan orasinya. Yang tidak kebagian waktu berorasi, panitia cukup berbuat adil dengan menyapa nama tokoh dan organisasinya satu persatu. Semua senang, semua menang. Sebelum menyampaikan tausiyahnya, ustadz Bachtiar Nasir mengabsen satu persatu perwakilan daerah yang hadir saat Aksi Bela Islam 111117 Garut. Ternyata, Aksi yang diperkirakan diikuti seratusan ribu massa ormas Islam ini bukan hanya berasal dari daerah Jawa Barat saja.

Darimana saja mereka berdatangan ?
Dari Sumatera (Lampung, Medan, Riau, Palembang dsk) hadir
Dari Kalimantan dan Sulawesi juga hadir
Dari Bali dan Lombok juga ada yang hadir
Dari Jawa Tengah dan Yogya banyak yang hadir
Dari Jawa Timur pun banyak yang hadir.
Tentu saja yang berdatangan dengan jumlah besar adalah massa Jabodetabek dan Jabar.
Siapa tokoh-tokoh yang hadir ?

Selain 2 tokoh kunci yakni KH Shabri Lubis dan Ustadz Bachtiar Nasir yang diincar akan dipersekusi oleh kelompok intoleran, ada beberapa tokoh ummat yang turut serta hadir dalam aksi Garut Bumi Islam ini. Demikian juga seluruh pimpinan ormas keislaman ikut hadir. Takterkecuali muspida setempat seperti Bupati Garut, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres beserta jajarannya. Bahkan, pemindahan lokasi yang mendadak (karena daya tampung lokasi sebelumnya yg tidak memadai) dibantu oleh muspida setempat. Seluruh biaya penyelenggaraan acara ini ditanggung semuanya oleh pemda Garut. Luar biasa Garut.

Kibaran bendera arroya dan alliwa memenuhi arena acara dari awal hingga akhir acara. Berdampingan dengan manis dengan bendera merah putih. Tidak ada yang protes, tidak ada perampasan. Karena pembicara di panggung telah menyampaikan bahwa bendera itu adalah benderanya Hizbullah, cikal bakalnya TNI. Pun demikian dengan seruan khilafah, beberapa kali terdengar dari barisan peserta. Tidak ada yang protes, tidak ada yang keberatan. Karena khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Inilah momen bersatunya pergerakan Islam, walau berbeda organisasinya. Terima kasih Garut.

Selama acara berlangsung, hanya satu organisasi yang gak nongol batang hidungnya. Kemungkinan besar mereka sedang kepanasan dan terbakar hatinya yang selama ini terpenuhi dengan hasad dan dengki. Hayooo tebak siapa dia ?


loading...