Banyak Media Menyerang Islam, Bagaimana Muslim Mengahadapinya?


media pembenci Islam


Saat ini mereka terus bekerja untuk mengkriminalkan Syariah dan Khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Mereka menyerang ormas yang mengembannya, menakut-nakuti para pengembannya, dan membuat opini busuk tentang ide yang dibawanya.

Mujahid 212 - Banyaknya media asing yang masuk ke Indonesia seperti BBC dan CNN masih terasa kental membawa ideologi aslinya. Sekulerisme.

Fakta ini terhampar luas saat mereka bahu membahu memframing Isu sesuai kacamata barat dalam melihat Islam. Hal ini sudah seharusnya menjadi alarm bagi setiap muslim agar senantiasa waspada.

Baru-baru ini BBC Indonesia mengeluarkan berita tentang radikalisasi mahasiswa dan generasi muda Islam yang diframing seolah mereka adalah teroris kelas dunia. Ini juga diikuti CNN, DW.DE, yang notabene merupakan media yang lahir tidak di tanah air, apalagi memegang misi keIslaman.

Istilah konservatisme dan radikalisme sering disebut sebagai momok menakutkan oleh media-media binal seperti ini, namun framing serupa tidak pernah dilakukan terhadap utang luar negeri, kebijakan Amerika, genosida Rohingya.

Kacamata mereka yang menggunakan perspektif barat dalam memandang Islam tidak pernah dibarengi mengkaji Islam secara utuh. Informasi yang didapat dari golongan Islam liberal radikal dijadikan data satu-satunya. Bagi mereka memerangi radikalisme adalah doktrin suci. Dan kita jangan mudah percaya.

Saat ini mereka terus bekerja untuk mengkriminalkan Syariah dan Khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Mereka menyerang ormas yang mengembannya, menakut-nakuti para pengembannya, dan membuat opini busuk tentang ide yang dibawanya.

Merenungi apa yang telah diucapkan Chomsky tentang hakikat media seperti ini adalah satu kesimpulan bulat bahwa sangat sulit untuk membenarkan apa yang disebut fakta dalam media. Karena hampir semuanya hanyalah olahan dari pekerja redaksi.

Pembiaran Terlalu Lama

Tidak adanya upaya kaum muslim untuk memboykot media-media seperti ini dalam hal mengarang bebas berita tentang Islam adalah masalah serius. Berlindung dalam kode etik jurnalistik, mereka sejatinya hanyalah buruh yang patuh mengikuti alur opini sang pemesan.

Disinilah kita seharusnya ada. Dalam ruang media sosial yang hingar bingar, opini Islam sudah sepantasnya diambil oleh setiap muslim. Percaturan antara hoax dan serangan terhadap Islam, ajarannya, serta ulamanya sudah semestinya menggelora semangat perlawanan dalam dada-dada setiap muslim.

Memanfaatkan Sarana yang ada

Satu-satunya yang paling murah dalam hal perlawanan untuk saat ini adalah sosial media. Maka gunakanlah gadget untuk membela Islam saat mereka mencibir lewat bahasa riset dan jurnalistik. Atas dasar keimanan, pemikiran, dan perasaan yang sama, bahu membahulah secara sukarena dan saling membela. Bahtahlah dengan argumen yang baik lagi kuat.

Karena kelak, apa yang kita usahakan, kecenderungan kita dalam membela agama, hanyalah satu-satunya bekal yang bisa dibawa tatkala kita menghadap sang pencipta. []



loading...