Mental Waras PROJO: Anies Disorakin, Fadli Zon Dipantatin



Dalam hidup ini kecenderungan untuk memihak adalah suatu keniscayaan, namun manakala dukungan, simpati maupun tenaga hanya semata-mata dicurahkan untuk gambling di pemilu/pemilukada, tindakan ini kurang tepat. Pekerjaan rumah besar untuk memajukan bangsa ini tidak hanya soal dukung mendukung, jilat menjilat, dan saling baku hamtam atas dasar klaim paling toleran. 
Oleh: Aab Elkarimi
(Sekjen Nusantara Political Watch)

Mujahid 212 - Meminjam istilah kawan bahwa saat ini satu-satunya ormas di Indonesia yang boleh membully, membuat hoax, memfitnah, dan pasti suci dari jerat UU ITE adalah Projo. Sebuah singkatan perkumpulan relawan bernama lengkap Pro Jokowi.

Siapapun mereka, dari ras dan agama apapun ia, asalkan mengaminkan tindak rezim lalu bergegas klaim paling Pancasila, dan diakhiri dengan ritual narsis di media sosial, maka sudah menjadi halal untuk membully dan kebal dari jeruji. Potret inilah yang sangat telanjang dihadapan kita.

Anda boleh tidak percaya dan menjadi bagian dari mereka, tapi fakta, sekali lagi, sangat telanjang. Tentu yang paling mahal dari kondisi seperti ini adalah kewarasan. Bagaimana menjaga nalar kita agar tetap berjalan secara runut dan sehat, inilah yang paling mahal.

Dalam hidup ini kecenderungan untuk memihak adalah suatu keniscayaan, namun manakala dukungan, simpati maupun tenaga hanya semata-mata dicurahkan untuk gambling di pemilu/pemilukada, tindakan ini kurang tepat. Pekerjaan rumah besar untuk memajukan bangsa ini tidak hanya soal dukung mendukung, jilat menjilat, dan saling baku hamtam atas dasar klaim paling toleran.

Kecintaan pada ibu pertiwi yang telah susah payah didirikan dengan darah para syuhada, dengan nyaringnya semangat takbir, tentu melunasinya tidak selesai jika hanya dengan bullyan.

Potret menjijikan dari para relawan Jokowi di pernikahan Kahiyang-Bobby tempo lalu seharusnya tidak terjadi. Terlebih sikap ini dibuka pada pihak yang berkecenderungan oposisi. Ibarat nantang perang dan sengaja memproduksi kegaduhan.

Kejadiaan Anies Baswedan disoraki saat bertandang sebagai tamu dipernikahan putra Jokowi, disusul viralnya karangan bungan dari Fadli Zon yang dipantati semakin membuktikan adanya ketidakwarasan masal.



Dan tentu akan lebih baik saat sang tokoh yang dipujanya mendidik dengan serius dari para relawan yang mungkin kurang makan. Mantra maut mujarab "Revolusi Mental" yang digagasnya sudah seharusnya lebih dulu membereskan para pemujanya. Itung-itung uji coba. []






loading...