Ali Abdur Raziq ; Mantan Ulama yang Dipecat Syaikh Al-Azhar Gara-Gara Menolak Khilafah



Pada halaman 236 digambarkan kegemparan besar di Mesir untuk merespon pandangan Abdur Raziq. Suatu sidang Majelis Ulama yang diketuai Syaikh Al-Azhar kala itu memutuskan untuk tidak mengakui Abdur Raziq sebagai ulama, dan memecatnya dari jabatan Qadhi Mahkamah Syari’ah Mansoura

Ingin Menjadi Mantan Ulama? Tolak Saja Khilafah

Oleh: KH. Hafidz Abdurrahman

Awalnya, Ali Abdur Raziq merupakan ulama yang menjabat Qadhi Mahkamah Syari’ah sejak 1915 di Mansoura, ibu kota Dakahlia, Mesir. Namun, jalan hidupnya sebagai ulama dan qadhi berubah setelah ia merampungkan kitab “al-Islam wa Ushul al-Hukm” pada 1925. Pada halaman 35 kitab tersebut, Abdur Raziq membantah pendapat para fuqaha dan politisi tentang bentuk pemerintahan Islam dengan menyatakan, “baik kepentingan agama maupun dunia, tidak memerlukan adanya khilafah.” Para fuqaha dan termasuk Ibnu Khaldun dinilainya salah baca dalam menilik risalah Muhammad SAW karena berpendapat bahwa agama dan politik merupakan satu kesatuan. Ia menuntut pemisahan agama tegas antara agama dan politik.
.
Ada satu buku yang menyajikan gambaran respon para ulama, khususnya di Mesir, terhadap pandangan Abdur Raziq tersebut. Buku ini berjudul “The Abolition of the Caliphate and Its Aftermath” karya Sylvia G. Haim. Pada halaman 236 digambarkan kegemparan besar di Mesir untuk merespon pandangan Abdur Raziq. Suatu sidang Majelis Ulama yang diketuai Syaikh Al-Azhar kala itu memutuskan untuk tidak mengakui Abdur Raziq sebagai ulama, dan memecatnya dari jabatan Qadhi Mahkamah Syari’ah Mansoura



loading...