VIRAL! 3 Mukjizat Menakjubkan Asli Indonesia yang Membuat Geger Dunia




Mujahid 212 - Keanehan demi keanehan di zaman modern bukan sesuatu hal yang tabu. Hal ini menjadi salah satu hal yang paling ebrkesan mengapa orang senantiasa betah berlama-lama di dunia maya.

Beberapa pemberitaan yang bersifat metafisik dan diluar rasio manusia menjadi indikator konten itu viral dan sangat menjual. Nah terkait hal ini, ada 3 berita pilihan yang akan redaksi Mujahid 212 sajikan sekadar untuk mengenang dengan penuh kebanggaan. Pasalnya ketiga ha ini hanya ada di Indonesia.

Yuk Apa saja keanehan yang viral itu?

1. Kisah Ahok di Penjara Baca Al-Quran Hingga Hampir Khatam, Begini Alasannya!

Di sini gua juga hampir khatam baca Alquran loh. Gua kan SD sama SMP di sekolah Islam, jadi gua inget-inget dikit lah,

Lima bulan dipenjara, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok banyak menghabiskan waktu dibalik jeruji besi dengan membaca.

Tak hanya buku biasa yang ia baca melainkan juga kitab suci Al-Quran.

Bahkab Ahok nyaris menyelesaikan isi bacaan kitab suci umat Islam tersebut.

Seperti dilansir dari sebuah media online, Rabu (25/10/2017), hal ini disampaikan oleh salah seorang penulis yang mengunjungi Ahok di tahanan Mako Brimob Kelapadua, Depok, Selasa, 24 Oktober 2017.

Pernyataan Ahok ini disampaikan oleh Ignatius Haryanto.
“Di sini gua juga hampir khatam baca Alquran loh. Gua kan SD sama SMP di sekolah Islam, jadi gua inget-inget dikit lah,” kata Ahok seperti diungkapkan Ignatius.

Ignatius mengabadikan pertemuannya bersama Ahok ini dalam sebuah tulisan berjudul ‘Sebuah Selasa Siang Bersama BTP’.

Kepada penulis yang mengunjunginya, Ahok mengatakan, Alquran yang dia baca didapat dari seorang ibu.

Tetapi tak dijelaskan siapa sosok ibu yang memberikannya Al-Quran tersebut.

Lelaki kelahiran Belitung Timur, 29 Juni 1966 itu memuji cetakan Alquran berikut hiasannya yang indah.

“Nah gua baca juga tuh Al Maidah, bagus isinya,” kata Ahok.

Ahok benar-benar memanfaatkan waktunya untuk membaca buku di penjara.

Bahkan dia merasa seperti dikejar-kejar menyelesaikan seluruh bacaannya

Kadang kalau jika dia bosan, dia bisa pindah ke buku lain, padahal buku sebelumnya belum habis dibaca.

“Yah gua tandain aja, terus gua buka buku lain,” katanya. “Ini hari ke-168 gua ada di sini, dan sepanjang itu gua udah abis baca 18 buku.”

Selama di tahanan Ahok terkesan dengan buku Guntur Soekarno Putra berjudul Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku.

Buku ini pertama kali terbit tahun 1977 dan dicetak ulang pada tahun 2007.

“Buku itu lucu dan Bung Karno jadi sangat kelihatan humanisnya, dan walaupun dia presiden, buat Guntur, dia tetap seorang ayah dan seorang teman,” ujar Ahok kepada tamunya, seperti dikutip Ignatius Haryanto. (TribunStyle.com/Verlandy Donny Fermansah)


2. Surya Paloh: Bahkan Pohon Gembira Tinggal di Meikarta

Bahkan tadi pohon-pohon di sini berbicara kepda saya. Katanya: dia merasa gembira tinggal di Meikarta

CNN - Pemilik Media Group Surya Paloh mengapresiasi proyek mega Meikarta dengan menyebutnya sebagai langkah tepat bagi keberlangsungan masyarakat di masa depan. 

Hal itu dipaparkan Surya Paloh saat bertemu CEO Lippo Group, James Riadi. Dia menyarankan agar grup bisnis itu fokus dalam menyelesaikan setiap tahapan Meikarta.

Apalagi, proyek itu dinilai menyerap sekitar 70.000 tenaga kerja. Surya menyatakan proyek properti itu dinilai dapat memberikan dampak kepada semua pihak.

"Bahkan tadi pohon-pohon di sini berbicara kepda saya. Katanya: dia merasa gembira tinggal di Meikarta," kata Surya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/10).

Dia juga mengapresiasi sekitar 40 persen atau sekitar 100 ribu dari 250 ribu unit dijual merupakan hunian bersubsidi. 

Dukungan Seluruh Pihak

Mantan Menpera Suharso Monoarfa menuturkan proyek properti itu seharusnya mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Dia menuturkan pembangunan properti juga dapat meningkatkan pendapatan daerah. 

“Pembangunan ini dapat meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus meringankan beban pemerintah. Jadi itu ya kalau dilihat dari sisi lingkungan. Belum lagi penduduk sekitar akan mendapat lapangan pekerjaan," katanya.

Menurut Suharso, langkah Lippo Group patut menjadi contoh bagi pengusaha properti di seluruh wilayah Indonesia. Ia berharap, hal serupa, juga diikuti oleh perusahaan lain.


3. Megawati: Semalam Saya Dialog dengan Bung Karno

Semalam sebelum saya ke sini, saya berdialog dengan ayah saya, bahwa besok saya akan ke Jawa Timur

Tribunnews - Megawati Soekarnoputri mengungkapkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur menjadi pertaruhan tersendiri bagi dirinya selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, pasca-membawa Joko Widodo alias Jokowi dan Ganjar Pranowo menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Demikian disampaikan Megawati saat menjadi juru kampanye Bambang DH-Said Abdullah di Lapangan Flores, Gubeng, Surabaya, Jumat (23/8/2013).

Dalam pidatonya, Mega berbagi cerita pribadinya, tentang komunikasi batinnya dengan mendiang sang ayah sekaligus presiden RI pertama, Soekarno.

"Semalam sebelum saya ke sini, saya berdialog dengan ayah saya, bahwa besok saya akan ke Jawa Timur," ungkap Mega.

Mega pun menyindir sebagian warga Jatim yang belum menjatuhkan pilihan cagub Jatim dari PDIP. Padahal, PDIP merupakan anak ideologi dari partai yang didirikan oleh Bung Karno di Jatim.

"Suatu hal yang aneh, ketika kamu membangun Indonesia melalui Jawa Timur, tapi mengapa sampai hari ini kamu tidak memilih pemimpinnya dari PDIP," tutur Mega.

Mega mengatakan, bila warga Jatim merasa berjiwa Soekarno, maka ia memilih Bambang-Said sebagai gubernur/wagub Jatim pada pemilihan 29 Agustus 2013 mendatang.

"Jadi kalau saya berdiri di depan Anda, sy mempertaruhkan, apakah benar Anda, kalau yang selalu mengatakan 'Bung Karno Bung Karno Bung Karno', apakah benar nanti yg akan milih Bambang-Sadi untuk jadi gubernur Jawa Timur," kata Mega.

Di satu sisi Mega berusaha membakar semangat dan mengajak warga Jatim untuk memilih Bambang-Said, di sisi lain Mega mengakui hal itu akan mendapat rintangan berupa permainan politik uang hingga ketidaknetralan penyelenggara pemilu, KPUD.

"Pertanyaannya, kenapa kecurangan bisa terjadi? Yah, karena rakyatnya mau dibuat curang. Tanpa kamu mau curang, itu tidak akan terjadi," tegas Mega disambut tepuk tangan ribuan massa simpatisan PDIP. 


loading...