Titik Koma Rezim Otoriter



Oleh: Amin S. - Lembaga Analis Ekonomi dan Politik (LANSKAP)

MUJAHID 212 - Jelas sudah keputusannya. Rezim Jokowi semakin menegaskan kedudukannya sebagai otoritarian yang dengan nyata tanpa 'tedeng aling-aling' menunjukkan sikap anti Islam dengan goal-nya Perppu No. 2/ 2017 sebagai UU. Ya, per 24-10-2017 Perppu kontroversial itu telah disahkan sebagai UU Ormas yang baru oleh sidang paripurna DPR RI. Sebanyak 7 fraksi menerima dan 3 fraksi menolak. Aksi-aksi damai yang berulangkali diadakan elemen umat Islam di Jakarta dan daerah, bahkan penolakan-penolakan dari ormas-ormas besar dari kalangan umat Islam saat sesi rapat dengar pendapat di sidang komisi pun tak mampu membukakan mata, telinga, hati dan akal sehat anggota parlemen untuk membatalkan perppu represif ini.

Pengesahan perppu ini pun sekaligus menggugurkan seluruh proses Judicial Review di MK yang masih berjalan, setidaknya demikian yang dijelaskan oleh Prof. Yusril Ihza M. selaku kuasa hukum penggugat.

Fakta ini menempatkan dua pihak yang 'berhadapan' yaitu rezim dan umat Islam sama-sama di titik koma. Ya, untuk rezim ini adalah momentum hancurnya kepercayaan umat Islam kepada mereka. Kepercayaan yang sebenarnya tidak pernah terbangun dengan baik sejak awal kekuasaan Jokowi, kemudian semakin merosot tajam saat kasus Ahok yang berujung pada kekalahan di pilkada DKI, kini sempurna kehancurannya di mata dan hati umat Islam. Umat sadar betul bahwa perppu ini adalah senjata ampuh rezim untuk melumpuhkan kekuatan politik umat Islam, satu-satunya kekuatan yang disadari rezim mampu menghancurkan rekayasa neokolonialisme mereka sebagai pesanan si 'Tuan'.

Sebaliknya, bagi umat Islam titik koma ini adalah dimulainya medan jihad sesungguhnya melawan kezaliman rezim dan sistem hari ini. Akhirnya umat Islam dihadapkan pada satu pilihan pasti yaitu 'REVOLUSI'. Setelah sebelumnya hanya sayup terdengar seruan revolusi dari sebagian elemen umat, maka kenekatan rezim membunuh umat Islam dengan perppu ormas justru mengakumulasi kesadaran umum di tengah umat Islam bahwa mereka benar-benar telah dizalimi dan sepakat satu-satunya jalan adalah melawan dengan revolusi.

Maka, catatan besar sejarah negeri ini dimulai hari ini. Rezim akan meluncur dari titik koma ke jurang kehancurannya, seperti doa dan laknat dari para ulama dan habaib yang diamini seluruh umat Islam. Sekaligus titik koma bagi umat Islam untuk bangkit. []ijm


loading...