Astagfirullah! Fraksi DPR Terima Perppu untuk Bungkam Dakwah Islam Sambil Sebut Nama Allah



Hal yang membuat saya muak adalah fraksi yang terima perppu, dan saat mengatakan itu mereka menyebut nama Allah. Mereka menerima perppu yang jelas digunakan untuk membungkam dakwah, kriminalisasi aktivis dakwah, dan menghalangi khilafah. Ini namanya mencatut Allah SWT. Mereka menghalangi ajaran Allah,

Mujahid 212 - Kritik terhadap Perppu Ormas terus bergulir. Sejumlah organisasi kemasyarakatan mengkritik perppu ini akan membungkam dakwah dan meragukan tujuan perppu untuk merawat Indonesia. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyesalkan sejumlah fraksi di DPR yang setuju perppu tersebut dijadikan undang-undang.

Kekecewaan disampaikan Rokhmat S Labib, yang menjabat Ketua Umum HTI (ormas yang telah dibubarkan pemerintah, red) saat berorasi di depan gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (24/10/2017) siang.

Rokhmat naik ke atas mobil komando untuk berorasi. Dia lantang menyuarakan penolakan terhadap Perppu Ormas. Rokhmat ragu Perppu Ormas dibuat pemerintah untuk merawat Indonesia.

"Merawat Indonesia, kenapa tambang diberikan kepada asing. Mereka bikin pulau palsu reklamasi diberikan ke China. Apakah itu merawat Indonesia?" ujarnya disambut sorak-sorai massa.

"Kalau alasan untuk rawat Indonesia semestinya biarkan organisasi yang berjuang untuk berdakwah, merawat khalifah," ia menegaskan.

Lanjut Rokhmat, dirinya memprotes pembubaran HTI oleh pemerintah dengan terbitnya Perppu Ormas ini. Dia merasa itu bentuk kesewenang-wenangan. Dia juga menyindir fraksi-fraksi di DPR yang mendukung Perppu Ormas.

"Hal yang membuat saya muak adalah fraksi yang terima perppu, dan saat mengatakan itu mereka menyebut nama Allah. Mereka menerima perppu yang jelas digunakan untuk membungkam dakwah, kriminalisasi aktivis dakwah, dan menghalangi khilafah. Ini namanya mencatut Allah SWT. Mereka menghalangi ajaran Allah," ucapnya.

Rokhmat juga bicara soal dukungan akan tegaknya syariat Islam dan khilafah di Indonesia. Dia mengatakan akan terus berjuang agar Perppu Ormas tak disahkan menjadi undang-undang.

"Jika DPR sahkan Perppu Ormas, apakah kita takut? Gentar? Mundur?" ujarnya. "Tidak!" jawab massa kompak.

Sumber: Detik


loading...