29,6 % Profesional Setuju Negara Islam Perlu Diperjuangkan untuk Penerapan Islam Secara Kaffah




Mujahid 212 - Mata Air Foundation dan Alvara Research Center melakukan survei Sikap dan Pandangan Kelas Menengah (PNS, Pegawai BUMN dan Profesional) tentang Radikalisasi Agama Khilafah, Jihad dan Negara Islam di Indonesia. Jumlah responden survei sebanyak 1.200 orang yang tersebar di enam kota besar. Responden dalam riset ini adalah profesional Indonesia dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), swasta dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali mengatakan, survey ini menghasilkan temuan yang menarik terutama terkait persepsi terhadap relasi agama dan negara. Relasi agama dan negara yang diukur dalam riset ini antara lain persepsi terhadap pemimpin non Muslim, persepsi terhadap perda Syariah, ideologi negara, negara Islam dan juga khilafah.

Yang menarik dari hasil survei ini sebanyak 29,6 persen profesional setuju Negara Islam perlu diperjuangkan untuk penerapan Islam secara kaffah. Namun, jika dipersempit lagi dengan khilafah sebagai bentuk negara, mereka yang setuju dengan khilafah ada sebanyak 16,0 persen.

Kemudian dalam survei persepsi terhadap jihad untuk tegaknya negara Islam/khilafah. Mayoritas profesional tidak setuju untuk berjihad menegakkan negara Islam/khilafah. Namun yang setuju untuk berjihad jumlahnya juga cukup besar, ada sebanyak 19,6 persen. Persentase PNS yang siap berjihad untuk tegaknya negara Islam/khilafah cukup besar pula, lebih besar dibanding swasta dan BUMN.

"Persentase profesional kelas menengah yang siap berjihad untuk tegaknya negara Islam/khilafah lebih besar dibanding kelas atas," terangnya.

Sumber : Republika


loading...